Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dakwah Tanpa Koma

 



Oleh : Irma Khoirunnisa, S.K.M

Email : irmakhoirunns@gmail.com

 

Saat ini dunia mengalami masalah kesehatan karena baru munculnya Corona Virus Disease 2019 (covid-19) yang disebabkan oleh virus corona. Tentunya penyakit yang baru muncul ini akan memberikan banyak dampak. Tidak hanya dampak kesehatan saja namun kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, ibadah (khususnya ibadah haji), dan aktivitas organisasi mengalami dampak yang tidak diinginkan oleh banyak orang. Dalam hal ini Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai organisasi mahasiswa harus tetap memancarkan sinarnya untuk menyebarkan dakwah kepada masyarakat. Sebagaimana kita ketahui dakwah tidak hanya sekedar ceramah, lebih dari itu dakwah menyebarkan kebaikan dengan pesan ajakan maupun dengan tindakan yang bisa dijadikan teladan bagi orang lain dan bermanfaat bagi banyak orang. IMM jangan kalah dengan virus, tularkan juga kebaikan-kebaikan yang bisa kita lakukan. Tularkan kebaikan bukan penyakit. Tetap berkiprah di tempat tinggal, tempat belajar, tempat kerja, dan dimanapun kader-kader berada.

Memang saat kita berjuang di jalan Allah bukan hal yang mudah, terlebih teman-teman kader yang sudah memilih untuk mengemban amanah di kepengurusan pimpinannya masing-masing. Masa sekarang mungkin kita akan esktra berbagi antara akademik, kehidupan keluarga/pekerjaan, dan organisasi. Tidak bisa dihindari memang kondisi seperti saat ini kita ditantang untuk melakukan cara yang tidak biasa seperti sebelumnya di kondisi normal. Mungkin akan sangat sulit dijalankan, namun bukan berarti tidak bisa. Dimana ada kesulitan pasti ada kemudahan (Q.S 94 : 5-6).

Dahulu dakwah dan metode yang digunakan Rasulullah SAW berkaitan erat dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Seperti perubahan dakwah sembunyi-sembunyi menjadi dakwah terang-terangan. Rasulullah SAW juga menentukan sikap-sikap yang ditempuhnya, semisal pada momen tertentu, harus bersikap lemah lembut, memberikan puji-pujian yang selayaknya, menghindari posisi-posisi yang rentang bermasalah, bahkan jika perlu pun menundukkan hati orang lain dengan harta dan menggunakan kekerasan dengan tetap menjaga kebenaran posisi (Hammud, 1998). Sejak dahulu memang Nabi kita dakwah dengan beragam cara di kondisi yang kompleks serta menyeluruh dalam berkehidupan, tentunya dengan langkah-langkah strategis. Tidak hanya dakwah di masjid melainkan Rasulullah SAW dakwah melalui perdagangan/ekonomi, politik, bahkan jenderal perang. Kita yang jelas-jelas Muhammadiyah (pengikut Rasulullah SAW) wajib mempelajari dan mengamalkan apa yang sudah dilakukan oleh Nabi dan Rasul kita.

Kehidupan kita sekarang pun pasti mengalami banyak perubahan kondisi. Sebelum adanya pandemi ini kehidupan sosial kita juga banyak berubah. Dahulu masih serba langsung dan memakan waktu yang lama, sekarang serba digital dan serba cepat, dulu dakwah secara konvensional sekarang perlu dakwah dengan cara-cara kreatif (Amirullah, 2016). Perubahan-perubahan yang terjadi perlu dinamisasi dakwah dengan realitas yang ada, paling tidak kita sudah selangkah maju dari realitas yang ada. Kita kader IMM harus berupaya untuk reinterpretasi, rethinking, dan reaktualisasi dalam meramu model dakwah.

Untuk IMMawan/IMMawati yang masih mengemban amanah harus tetap menjaga semangat dakwahnya, terlebih kalian yang memilih IMM sebagai wadah dakwah. Jangan terjebak dalam kondisi seperti ini sehingga melunturkan semangat teman-teman dalam berdakwah, lakukan terobosan yang beradaptasi terhadap perkembangan. Penulis selalu berpesan kepada teman-teman seperjuangan supaya jangan sampai IMM ini hilang kendali, jangan sampai IMM ini dikendalikan oleh kondisi yang tidak jelas. IMM ini harus mengendalikan kondisi dengan cara strategi dan bergerak bersama-sama satu tujuan. Inilah warna-warni organisasi agar kita melakukan hal-hal baru yang tidak monoton sesuai perkembangan. Satu yang pasti jangan ditinggalkan adalah IMMawan/IMMawati tetap berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah SWT atas pilihan tindakan yang kita pilih.

Begitu pun dengan kader-kader Persyarikatan khususnya kader IMM yang sudah selesai mengemban amanah di organisasi. Tetap semangat dan konsisten untuk berdakwah menjalankan tugas kemanusiaan sebagai khalifah Allah SWT di muka bumi, tidak hanya mengatur urusan duniawi tetapi juga akhirat begitupun sebaliknya. Pantang menyerah terhadap permasalahan yang sering terjadi dalam langkah dakwah kita. Laksanakan dakwah hingga dipanggil pulang oleh Allah. Semoga Allah SWT meridhai langkah perjuangan kita di dunia, aamiin.

 

Billahi Fii Sabililhaq, Fastabiqul Khairat.

 

IMM Jaya!

 


 

Daftar Pustaka

Q.S Al-Insyirah

 

Amirullah. 2016. IMM untuk Kemanusiaan dari Nalar ke Aksi. Mediatama Indonesia.

 

Hammud bin Jabir Al-Haritsi. Dakwah An-Nabi li Al-A’rab. (Riyadh: Dar AlMuslim, 1419 H / 1998 M).

 

 

 

 

Posting Komentar untuk "Dakwah Tanpa Koma"