Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PC IMM Jakarta Selatan mengeluarkan Pernyataan Sikap terkait RUU Omnibus Law

 



“Tak becus urus virus, yang dikebut malah omnibus” – Elsya M. Lubis

 

Momen tahun baru Islam 1442 Hijriah yang juga berdekatan dengan perayaan hari ulang tahun kemerdekaan republik Indonesia, tenyata digunakan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jakarta Selatan periode 2019 – 2020 sebagai ajang kebangkitan pergerakan ikatan setelah sempat terhambat karena adanya wabah virus corona yang hingga kini belum juga selesai. Bertepatan pada tanggal 1 Muharram 1442 Hijriah yang jatuh pada hari Kamis tanggal 20 Agustus 2020, PC IMM JAKSEL mengundang seluruh Pimpinan Komisariat IMM di Jakarta Selatan yang berjumlah 7 komisariat untuk menghadiri kajian lanjutan mengenai RUU Omnibus Law. Kajian tersebut dilakukan secara daring melalui Google Meet dengan tujuan untuk menyatukan suara terkait sikap IMM Jakarta Selatan mengenai RUU Omnibus Law.

Kajian tersebut merupakan kajian lanjutan yang beberapa hari sebelumnya juga telah dilakukan kajian serupa bersama dengan IMM cabang Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Ciputat, dan Cirendeu yaitu pada tanggal 18 Agustus 2020 tepat satu hari setelah perayaan HUT RI yang ke-75 tahun. Adapun hasil dari kajian bersama dengan cabang IMM se-DKI Jakarta tersebut adalah keinginan adanya pergerakan nyata untuk “memerahkan” gedung DPR RI terkait penolakan terhadap RUU Omnibus Law yang sebelumnya telah dilakukan oleh aliansi BEM PTM zona 3 pada tanggal 14 Agustus 2020. Maka dari itu diadakanlah kajian lanjutan oleh PC IMM JAKSEL dengan mengundang seluruh komisariat yang ada di Jakarta Selatan untuk menghasilkan pernyataan sikap.

Kajian lanjutan tersebut dipimpin langsung oleh ketua bidang Hikmah dan Kebijakan Publik PC IMM Jakarta Selatan periode 2019 – 2020, Immawan Syamsul Arifin. Ia mengatakan bahwa, “Tidak ada paksaan kepada kader-kader yang memang tidak ingin mengikuti aksi nantinya, namun aksi tersebut merupakan salah satu bentuk nyata dari pergerakan kita untuk menolak RUU Omnibus Law ini”.

Immawati Wardani, wakil ketua Koordinator Komisariat UHAMKA Jakarta Selatan periode 2019 – 2020, menyarankan agar sebaiknya dibuat terlebih dahulu surat audiensi agar kita bisa berdiskusi secara langsung dengan DPR mengingat pandemi covid-19 kasusnya masih terus bertambah dari hari ke hari. “Demi menjaga keselamatan bersama” tambahnya.

Immawan Anshori, ketua bidang Hikmah dan Kebijakan Publik PK IMM FIKes UHAMKA periode 2019 – 2020 menambahkan, “Kami dari mahasiswa bidang kesehatan pun sebenarnya merasa dilema akan permasalahan yang ada saat ini. Di satu sisi wabah virus corona ini cukup berbahaya dan yang membuat kami geram yaitu kepada orang-orang yang mengganggap remeh wabah ini. Tapi di sisi lain permasalahn RUU Omnibus Law ini memang harus segera dihentikan” tegasnya.

Immawati Rafa, ketua bidang RPK PK IMM FAI UHAMKA memberikan tanggapannya bahwa “Aksi #TolakOmnibusLaw melalui media sosial tidak akan berpengaruh secara signifikan untuk pergerakan, maka memang diperlukan adanya aksi secara langsung. Namun walaupun tidak berpengaruh secara signifikan, bukan berarti tidak sama sekali. Aksi melalui media sosial mari kita digencarkan terlebih lagi kepada teman-teman yang mungkin natinya tidak bisa mengikuti aksi secara langsung.”

“Mungkin selain dari membuat pernyataan sikap, kita juga sebagai kaum intelektual dari mahasiswa perlu membuat naskah akademik yang berisi tentang report dari isu yang kita sampaikan ini untuk menjadi penguat kita dalam berargumen nantinya”, tambah Immawan Anshori.

Sebelum kajian tersebut ditutup, Immawan Syamsul mengatakan bahwa “Pergerakan yang akan dilakukan oleh PC IMM JAKSEL tentunya tidak akan bisa berjalan lancar tanpa adanya dukungan dan bantuan dari teman-teman semua terutama yang bergabung pada kajian kali ini.” tuturnya yang terakhir.

            Itulah beberapa percakapan dalam kajian lanjutan tersebut yang berhasil dicatat oleh notulen. Maka, keesokan harinya yaitu Jum’at pada tanggal 21 Agustus 2020 berteptan pada tanggal 2 Muharram 1442 Hijriah, PC IMM Jakarta Selatan secara resmi melalui akun instagramnya yaitu @pcimmjaksel, mengeluarkan surat Pernyataan Sikap terkait penolakan terhadap RUU Omnibus Law. Adapun pernyataan sikap PC IMM Jakarta Selatan yang telah dikerluarkan yaitu sebagai berikut.

            Dalam surat Pernyataan Sikap yang dikeluarkan, PC IMM JAKSEL menjelaskan poin-poin apa saja yang menjadi permasalahan dalam  RUU Omnibus Law. Adapun di dalam Pernyataan Sikap tersebut juga memuat Pernyataan Sikap yang sebelumnya telah dikeluarkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 8 Juni 2020 di Yogyakarta, sebagai induk dari organisasi otonom yang bernama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Oleh karen itu, semoga Pernyataan Sikap yang telah dikeluarkan oleh PC IMM Jakarta Selatan periode 2019 – 2020 di awal tahun baru Hijriah ini menjadi semangat baru untuk pergerakan nyata IMM kedepannya. Serta mampu menjadi pelopor pergerakan IMM di cabang lainnya.

 

Kontributor  : Elsya M. Lubis

Editor           : Zakiyah

Posting Komentar untuk "PC IMM Jakarta Selatan mengeluarkan Pernyataan Sikap terkait RUU Omnibus Law"